Karena Inter Tak Cuma Bertahan dan Serang Balik Lawan

Inter Milan di bawah Antonio Conte dikritik karena cuma bisa main bertahan dan serangan balik. Tapi, Conte tak sepakat dengan itu.

Inter tengah dalam laju positif dengan berada di puncak klasemen Serie A berkat keunggulan selisih gol atas Juventus di posisi kedua. Inter punya 45 poin setelah menang 3-1 di kandang Napoli, Selasa (7/1/2020) malam WIB.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri catatan buruk Inter yang tak pernah menang di San Paolo sejak 1997. Meski demikian, kemenangan itu diraih dengan kritik terkait gaya mainya.

Inter dikenal memang kerap bermain bertahan dan melancarkan serangan balik. Dua gol ke gawang Napoli yang dicetak Romelu Lukaku juga memaksimalkan kelengahan di barisan belakang Napoli.

Menurut Whoscored, Inter cuma ada di posisi kedelapan dalam hal penguasaan bola dengan 52,6 persen, selisih cukup jauh dari Juventus di puncak dengan 57,3 persen. Inter kalah oke dari AC Milan, Bologna, atau bahkan Sassuolo yang menghuni papan bawah.

Terkait hal tersebut, Conte tak mempermasalahkan karena yang terpenting timnya bisa main oke dan meraih tiga poin.

“Saya rasa Inter bukan cuma soal serangan balik, karena kami pun coba menekan Napoli langsung di daerah permainannya sendiri sepanjang laga,” ujar Conte kepada Sky Sport Italia.

“Saya selalu mendengar orang-orang bilang bahwa kami memainkan sepakbola serangan balik, tapi tim ini pun tahu cara bagaimana menguasai bola,” sambungnya.

“Kami tahu betul kalau kami sudah melakukan apapun di pertandingan ini. Untungnya, lawan lebih menghormati kami ketimbang media. Orang-orang bilang kami bisa menang tandang karena kami bertahan begitu dalam dan serangan balik. Tapi, gaya main kami tidak seperti itu.”

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*